Buku ini hadir sebagai upaya akademik untuk menjawab kebutuhan strategi komunikasi Islam dalam konteks publik dan korporat. Pembahasan di dalamnya dirancang secara sistematis untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus praktis mengenai strategi komunikasi Islam dalam konteks publik dan korporat. Buku ini tidak hanya membahas komunikasi dakwah dalam pengertian normatif, tetapi juga menghubungkannya dengan praktik komunikasi organisasi, komunikasi publik, branding korporat, manajemen reputasi, komunikasi krisis, hingga dakwah digital.
Buku ini membahas konsep dasar, ruang lingkup, dan tujuan strategi komunikasi Islam, publik, dan korporat. Kemudian mengkaji nilai dan etika Islam dalam komunikasi publik dan korporat. Selanjutnya, buku ini membahas tentang komunikasi publik pada sektor pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat juga menjadi fokus penting dalam buku ini. Dalam masyarakat demokratis, komunikasi publik berfungsi membangun partisipasi, transparansi, dan kepercayaan sosial. Pemerintah, ormas, dan lembaga sosial memerlukan strategi komunikasi yang mampu menciptakan hubungan dialogis dengan masyarakat. Dalam perspektif Islam, komunikasi publik harus diarahkan pada pelayanan, pemberdayaan, dan pembangunan kesejahteraan sosial. Buku ini juga membahas tentang komunikasi korporat. Buku ini mengangkat tema branding Islami sebagai pendekatan baru dalam membangun citra dan identitas organisasi. Branding tidak lagi hanya dipahami sebagai strategi pemasaran, tetapi sebagai representasi nilai, integritas, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Konsep branding Islami menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, keberlanjutan, dan orientasi kemaslahatan dalam praktik komunikasi korporat. Hal ini menjadi relevan seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pada bagian akhir, buku ini mengulas evaluasi dan etika profesi komunikator Muslim, perencanaan strategi komunikasi Islami, dan evaluasi strategi komunikasi publik maupun korporat. Seorang komunikator Muslim tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas moral dan tanggung jawab sosial. Evaluasi komunikasi menjadi penting untuk memastikan bahwa strategi yang dijalankan benar-benar menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan organisasi.
Buku ini disusun dengan pendekatan akademik-ilmiah untuk mendukung kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada bidang komunikasi, dakwah, hubungan masyarakat, komunikasi organisasi, dan komunikasi digital. Selain itu, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi komunikasi publik, pengelola lembaga dakwah, organisasi sosial, pemerintahan, dan korporasi yang ingin mengembangkan strategi komunikasi berbasis nilai-nilai Islam.